Hiburan Belaka Basa~basi (Blog)
. “ini hanyalah fiktif belaka kalau ada kesamaan nama tokoh itu hanyalah kepentingan hiburan semata”. Kalimat ini di sodorkan secepat-kilat setelah program-perogram acara tlevisi usai oleh sang produser. Penempelan kalimat itu bukan karena kewajiban pesan atau sebuah peringatan atas tontonan, tetapi cara pengarang pecundang mencari aman untuk membela karya karangannya yang membodohi. “Pembodohan” mungkin kata yang paling pas untuk mewakili sekian banyaknya acara bodoh di layar kaca; -kacanya bangsa Indonesia. Pembodohan ini di taburkan dua puluh empat jam nonstop secara nasional di negeriku Indonesia. Di pelosok desa dan pedesaan wabahnya menggrogoti anak-anak remaja kampong-ingusan yang sudah bisa di bilang se-leval dengan panyakit autis: ciuman pertama langsung hamil. Bersistematis sudah pasti. Sejak tahun 1990-an pemerintah mulai memberikan-izin kebebasan tak terhingga kepada Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Hiburan Belaka Basa-basi", Klik untuk bac...